Saturday, April 21, 2012

"THE AWULS" ALIAS AWUL-AWUL : PAKAIAN SECONDHAND DI JOGJA



Hai, selamat siang, kangen sama kamu blog setelah seharian tidak ketemu kamu!  Saya kali ini ingin berbicara tentang “Awul-Awul”. Anda tau apa itu awul-awul? Atau belum berkenalan sama yang namanya awul-awul? Mari simak penjabaran saya ini:

Kata “Awul-awul” adalah sebutan untuk pakaian import  atau bisa dibilang  pakaian bekas yang dijual dengan harga terjangkau, penggunaan kata  “awul-awul” ini terjadi karena memang untuk memilih baju yang didapatkan dengan cara di ”awul-awul” atau dibongkar sekuat tenaga seperti kita mencari barang berharga yang tersembunyi di dalam tumpukan baju yang menggunung. Awul- awul adalah nama tempat penjual pakaian layak pakai tetapi bekas, awul awul yang berarti mengacak-acak dalam bahasa Indonesia. Di awul- awul ini pembeli bebas memilih pakaian yang sudah digolongkan sesuai tipenya, harga dari pakaian bekas ini terhitung murah karena barang yang dijual adalah barang bekas.


Jika bekunjung ke Jogja ( yang di sebut- sebut kota pelajar) memberikan sensasi luar biasa bagi orang yang datang ke Jogja. Kalau mengaku sering ke Jogja tapi belum berkenalan dengan  yang namanya awul-awul, itu merupakan hal yang sangat disayangkan. Mungkin kalau di Jakarta kenal Poncol sama Senen, di Bandung Kebon Kalapa,Gedebage, di Riau disebut owol-owol, ada juga yang menyebut nya obal-abul dsb.   Tapi istilah awul-awul lebih familiar dan paten di daerah Jogja.
Di Jogja biasanya para penjual awul-awul mangkal di panggung budaya rakyat atau pasar malam (Sekaten) atau sekarang sudah menyebar di pojok jalan raya di kota Jogja. Pakaian apapun dengan ragam gaya apapun telah tersedia disana. Beragam jenis pakaian tersedia seperti celana, kaos, jaket, kemeja, dan sebagainya mulai dari ukuran anak-anak, remaja, hingga orang tua. Pakaian import yang ada dikota Yogyakarta ini dapat di jumpai di toko-toko pakaian sandang import murah pinggiran jalan. Tidak hanya itu saja saat ini di Sekaten acara tahunan di alun-alun utara kota Yogyakarta ini terdapat stand sandang murah, pakaian ini disebut juga dengan istilah ‘Awul-awul’. Tidak heran awul-awul selalu ditunggu- tunggu oleh para pengunjung sekaten, atmosfer mengacak- acak baju bekas menjadi kesenangan tersendiri dari penikmat pemburu pakain bekas ini. Hampir semua pakain ada disini dengan catatan pakain ini adalah pakain bekas, harga murah dan kualitas bagus yang dicari- cari oleh pengunjung.

Mereka para penggemar awul-awul ternyata banyak berasal dari kaum pelajar, seperti mahasiswa. selain itu, bisnis pakaian bekas sendiri memang tumbuh subur di daerah sub urban perkotaan yang penduduknya memiliki karakter konsumtif yang selalu ingin berpenampilan serba branded (bermerk).
Baju bekas atau Fashion Murah import tercatat ikut membentuk gaya subkultur anak muda yang khusus dan unik. Selain merefleksikan posisi keuangan anak-anak muda yang terbatas, juga menggambarkan gairah akan gaya pakaian-pakaian retro yang otentik dan tidak ada kembarannya. Jenis baju yang dijual di toko-toko baju bekas biasanya berjumlah terbatas, atau malah hanya tersedia sebanyak satu buah saja, sehingga terkesan lebih personal.


Adalah suatu kepuasan tersendiri ketika bisa mendapat baju yang unik nan murah di awul-awul. Memang bukan pakaian model up-to-date yang ditawarkan, tapi keunikan, keanehan  dan harga yang miring (biasanya barang yang lebih murah sudah disendirikan dengan ditumpuk sesuai jenisnya. Kita bisa mendapati sebuah jaket jeans dengan harga Rp 10rbu, yang mana biasanya di toko-toko seharga ratusan ribu. Kemudian ada juga celana jeans telah diobral seharga Rp 25 ribu perpotongnya) itulah yang kebanyakan diincar kaum muda di awul-awul.   Untuk pasar, penjual mengaku mempunyai beberapa pelanggan yang biasanya mengincar pakaian dengan bentuk dan merek tertentu. Untuk memenuhi keinginan pelanggan, penjual tidak jarang menerima pesanan atau booking-an. Dari para pembeli juga, penjual bisa tau mana model baju yang sedang tren. Model pakaian yang sering dicari pembeli, bisa dipastikan sedang menjadi tren.

Pakaian yang sudah dibeli, harus dicuci dulu sebelum dipakai. Bisa gatal-gatal kalau langsung dipakai. Mencucinya pun sebaiknya menggunakan air panas dan beberapa kali cuci, untuk menghilangkan debu kotoran, atau siapa tahu ada bakteri atau virus yang menempel. Cara ini juga untuk bisa menghilangkan noda di baju yang sulit hilang. Namanya juga pakaian bekas. Noda yang tidak bisa hilang, atau robek di kain tidak menjadi masalah, asalkan kita bisa menyiasatinya. Meskipun, kita harus menyadari bahwa barang yang dijual disini kebersihannya tidak bisa dijamin. Karena selain merupakan barang bekas, tentu kita tidak tahu barang atau pakaian disini berasal darimana. Sebagian pedagang mengaku, barang yang mereka tumpuk dan jual ini berasal dari pasokan khusus luar daerah. Kemudian, ada yang mengaku mereka mendapati pakaian ini juga dari sumbangan masyarakat yang bingung saat mempunyai baju bekas hendak dikemanakan.
Tampil unik tidak harus dengan biaya mahal, kan? Bahkan kekreatifan seseorang bisa dieksplorasi habis-habisan di sini. Jadi, tidak salah, dong, kalau kita masukkan awul-awul dalam daftar tempat shoping kita.

Tips Trik Berburu Pakaian Di Awul-awul
·                     Cium pakaian yang mau dibeli. Kalau baunya cukup mengganggu dan ada noda yang sulit dihilangkan, jangan dibeli.
·                     Kalau pakaian tersebut ada kerusakan, pikirkan apakah kerusakan itu bisa diperbaiki. Kancing yang nyaris copot misalnya, bisa dijahit kembali atau resleting yang rusak bisa diperbaiki tanpa mengeluarkan uang banyak. Namun jika pakaian itu berlubang atau robek, coba tawar lebih banyak karena untuk memperbaikinya butuh uang yang tidak sedikit.
·                     Jangan membeli pakaian second yang terlalu kebesaran atau kekecilan. Sebenarnya baju yang kebesaran bisa dijahit kembali, namun Anda bisa mengubah bentuk aslinya dan belum tentu akan terlihat pas di tubuh.
·                     Kalau Anda tertarik membeli fashion item second yang berasal dari brand ternama seperti Louis Vuitton, Chanel atau Gucci, pastikan dengan benar kondisi barang tersebut. Jangan pernah ragu untuk menanyakan sejarah dan keaslian barang tersebut. Apalagi sekarang ini sudah cukup banyak fashion item yang dipalsukan.
·                     sebaiknya kita menggunakan masker saat memilih-milih pakaian disini.

Saya pertama kali mengenal awul-awul memang sudah lama, tapi pertama mencicipinya adalah saat saya awal berkuliah di kota Jogjakarta ini. Dan saya langsung jatuh cinta! Karena di Awul-awul saya bisa menemukan berbagai pakaian outmoded tapi modis, yakni Vintage! Aha! Dan semuanya rata-rata murah, asyiknyaaa! Apalagi saat acara sekaten kemarin saya langsung menuju stand Awul-awul di Alun-alun Jogjakarta lalu berkutat dengan puluhan gundukan pakaian bersama kekasih saya, alhasil saya menemukan rompi leopard dengan harga Cuma Rp. 4000 ,- ! Bagaimana? Anda tertarik juga?



Mari saya rekomendasikan Awul-awul di daerah Jogjakarta:
1. Daerah Ngasem, sepanjang jalannya banyak toko berlabelkan "Sandang Murah"
2. Perempatan XXI, kalo dari arah amplas ke barat, di kiri jalan, pas di perempatan ada "Sandang Murah"
3. Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim, ada 2 toko awul-awul, tapi bukan sandang murah, tapi disana barang2nya recomended !
4. Deket perempatan tamsis, ke arah barat, di kiri jalan ada awul-awul kecil tapi barang2nya lumayan , recomended untuk yang berburu rompi dan gaun !
5. Belakang PKU wirobrajan, timur jalan menghadap ke barat, recomended yang nyari baju vintage cewe, lumayan bagus2, jarang cacatnya lho !
6. Belakang amplas, deket Kopi Nusantara. yang ini sekarang udah agak bagusan,barangnya juga udah ditata rapi..
7. Jakal KM 5,5 ada juga. recomended untuk yang nyari kemeja2 cowo gan, tapi rada susah ditawar kalo disini .
8. Daerah Jokteng
9. Sandang Murah Perempatan Munggur, Demangan (spesialis skirt)
10. Awul-awul dadakan di pasar malam Sekaten
11. Pasar Senthir (spesialis sepatu dan tas bekas. Lokasi sebelah Pasar Beringharjo, buka cuma pas waktu malem doang)

Selamat Mencoba menjadi Awul-awulers! Keluar dari arus Mainstream itu sah-sah saja, nikmati saja, toh si Tuan dan Nyonya Mainstreamer juga sama-sama tidak kekalnya dengan kita :)

8 comments:

  1. Nice post sis...!
    thanks for posting about my hobby,,,wkwkwkw

    ReplyDelete
  2. Kalo mau dijual lagi, kira-kira recommended gak..? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mo jual lagi ntar bakterinya menyebar

      Delete
  3. kang numpang nanya ini biasanya buka jam brp ya?

    ReplyDelete
  4. Yang si sekaten jogja bukanya jam brp yaa??

    ReplyDelete

Thank you so much for your comments! I read every single comment and try really hard to respond here on my blog.
I hope you're having the most amazing day! -Zanismara-